3 hati dua dunia satu cinta

17 Jul

MALANG – Seorang pria berhidung mancung berkulit putih dan berambut kribo sedang menari Zapin, tarian milik peranakan Arab dengan tetabuhan khas Timur Tengah dan ditarikan oleh sekumpulan laki-laki. Namun siang kemarin Pria keturunan Arab bernama Rosid  itu sedang menari Zapin dengan Delia, seorang wanita bermata sipit dan mengenakan kalung dengan liontin bentuk Salib menggantung manis di leher jenjangnya.

mizan.com


Mata Delia yang diperankan oleh Laura Basuki terlihat sembab ditingkahi senyum yang kemudian mengembang di akhir tarian. Adegan antara Rosid yang diperankan oleh Reza Rahadian dan Delia menjadi penutup dalam film 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta yang diputar dalam acara nonton bareng bersama Simpati Zone dan Telkomsel School Community (TSC) di Matos 21 Sabtu (10/7).

“peci adalah tradisi saja dan kesalehan tidak dilihat dari rambut,”

Film bergenre drama komedi romantis yang mengisahkan perjuangan cinta antara dua lakon yang berbeda agama dan adat istiadat budaya. Rosid yang tumbuh dalam keluarga keturunan Arab dengan tradisi Timur Tengah yang sangat kental sedang menjalin hubungan dengan Delia, peranakan Cina dari keluarga berlatar Katolik yang sangat kental.

simbol pemberontakan
Tak melulu romantis saja, dalam film adaptasi dari dua novel yang berjudul Da Peci Code dan Rosid & Della ini penonton juga disuguhi ilustrasi betapa sebuah tradisi sering dikaburkan dengan kewajiban beragama. Rosid adalah lambang dari pemberontakan sebuah tradisi yang telah dianggap sebagai bagian dari agama.

” Rambutnya kribo, sementara ayahnya dan sebagian ulama yang dipanutnya menilai rambut tertutup peci putih adalah lambang kesalehan dan bagian dari agama. Rosid yang suka sekali dengan WS.Rendra ini tidak sependapat, karena menurutnya peci adalah tradisi saja dan kesalehan tidak dilihat dari rambut,” kata Beni Setiawan Sutradara dan juga Penulis naskah film.

Dalam film dengan durasi sekitar 120 menit ini, dari awal hingga akhir penonton tidak akan menemukan jawaban terbenar, tentang boleh tidaknya hubungan berbeda agama antara Rosid dan Delia dari sudut pandang agama. ‘” Saya sangat setuju dengan alur film ini, dimana tidak ada yang benar dan yang salah. Karena memang semua agama adalah benar dan tak ada yang kalah,” kata Arumi Bachsin, pemeran Nabila, gadis peranakan Arab yang sempat dijodohkan Muzna, ibunda Rosid demi memisahkan hubungan Rosid dan Delia.



Tags: ,

6 Responses to “3 hati dua dunia satu cinta”

  1. jojo July 18, 2010 at 4:00 am #

    resensi yang cool, Pit..

    coba baja ulasan tentang film Indonesia di http://jojoraharjourney.wordpress.com/2010/07/09/kebangkitan-semu-film-indonesia/

  2. arzivamaulana July 23, 2010 at 5:20 am #

    hmmm…tapi maap ya lin ga’ setuju ma kata Arumi “Karena memang semua agama adalah benar…”..mm kalo’ boleh ngelanjutin lagi…malah lin tersinggung agama lin disamakan dengan agama lain (persepsi lin atas kalimat Arumi)..hehe…free of opinion…
    anyway bout the movie…he-eh setuju banget..filmnya baguss..pintar ngebungkus+ngeramunya…kesan mengguruinya hampir ga’ ada…kesan menyalahkan dan mengunggulkan pendapat tertentu juga sudah diantisipasi..the best part for me…waktu dialog dari Hadad Alwi…hemm..adeemmm :) ..
    Endingnya pun sangat menarik…masing-masing dari mereka menemukan jodohnya masing2…hemm…di sini pilmnya lin definisikan mengambil “posisi aman”..
    hemm…my two thumbs up are send to this movie…

    • dyah ayu pitaloka July 23, 2010 at 2:26 pm #

      well, arumi bilang semua agama benar karena kalo dia bilang islam paling benar jadi gak sejalan dengan kesimpulan pilmnya dong? which is itu yang juga jadi kelemahan pilm ini..:D
      Posisi aman itulah yang sempat disinggung juga, emang pilm bukan karya sains tapi setidaknya dia berani ngasi jawaban yang beda dong, knapa bikin film kalau hanya main aman saja.
      Hadad alwi bilang kalau gak salah dia juga tidak berani mutusin sebab pengetahuannya masih seujung jari kuku ttg islam, hemm…pada penakut dong semua kyai untuk setidaknya menentukan sikap merujuk pada apa gitu.

  3. Anita July 25, 2010 at 1:42 pm #

    bentar, bentar, serius ada novel judulnya Da Peci Code? MASYA ALLAH…

  4. arzivamaulana July 28, 2010 at 5:34 am #

    Kalo yang tentang Haddad Alwi..ku punya kesimpulan
    beda, bukannya dia ga’ tegas..tapi justru Haddad Alwi minta Rosid mempertimbangkan lagi keputusannya untuk terus sama pacarnya yang beda agama itu, karena kondisinya kan saat itu Rosid lagi kabur dari rumah sebagai bentuk penolakannya atas perjodohan dari ortunya dan penolakan ortunya atas hubungannya ma Delia..kenapa Haddad Alwi minta Rosid mempertimbangkan lagi..ya karena kedangkalan ilmu yang dimiliki oleh Rosid..begitu pula Haddad Alwi yang masih terus belajar tentang Islam (bisa dibuat perbandingan, Haddad Alwi ajah masih ngerasa dangkal ilmunya tentang islam apalagi Rosid)..kalau ilmu kita aja masih dangkal apa sudah bisa kita mengajak orang lain ke jalan kebenaran yang kita pilih..sedangkan seluk beluk jalan itu pun kita ga’ paham benar..apalagi melalui sebuah pernikahan..yang tentu itu adalah kehidupan dunia akhirat..
    Kalau menurutku siy begitu Pit..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.